Pemimpin ….?*


Menentukan pemimpin adalah sesuatu yang mutlak bagi sebuah komunitas. Secara normatif jelas terdapat hadis yang menguatkan ini. Dan secara historis, kepemimpinan dapat menghantarkan pada kebaikan, karena ada yang mengatur kepentingan bersama dengan pertimbangan maslahat. Dengan demikian, adanya pemimpin dalam sebuah komunitas adalah keniscayaan untuk memperoleh suatu tatanan yang unggul yang dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, karena hal tersebut maka bagaimanapun juga kita semua mempunyai tanggung jawab sosial yang sama untuk berpartisipasi dalam usaha penentuannya, kemudian apa saja kriteria yang harus dimilki seorang pemimipin, sehingga kita bisa memilihnya?

Ada banyak literatur yang membahas tentang kriteria yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, salah satu sampelnya adalah sebagaimana yang tersurat dalam kitab al-Ahkam al-Sulthaniyyah, di dalam kitab ini dijelaskan bahwa syarat untuk menjadi seorang pemimpin ada 7 kriteria. Yaitu, pemimpin harus adil, dalam artian dapat berlaku adil dan mempunyai ilmu yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan dalam setiap masalah dan hukum, sehat pancainderanya agar dapat mengetahui permasalahan yang terjadi dalam masyarakat, sehat fisik, sehingga dapat menunaikan kewajiban dengan baik, mempunyai visi yang jelas sehingga kebijakan-kebijakan yang nantinya akan di buatnya memiliki arah dan pegangan yang jelas, mempunyai keberanian untuk menjaga komunitasnya dari musuh, dan nasab, harus dari bangsa Quraisy.

Namun, kriteria ini bukan berarti final. Secara umum, penulis setuju dengan poin 1-6. Akan tetapi, syarat pemimpin harus dari Quraisy sama sekali penulis tidak menemukan pijakan logis sehingga diterima oleh masyarakat yang semakin majemuk ini.

Dengan demikian, seseorang dapat menjadi pemimpin asal telah memenuhi enam kriteria di atas. Sehingga orientasi untuk menciptakan tatanan yang baik dapat diperoleh di sana, meskipun sebenarnya banyak perangkat lain yang harus dipenuhi.

Kemudian tentu, untuk menjadi seseorang yang memenuhi kriteria-kriteria yang ada diatas tentu tidak cukup hanya melalui sesuatu hal yang sifatnya autodidak (karbitan), karena meskipun seseorang memiliki darah pemimpin yang mengalir dalam garis keturunannya, atau memiliki jiwa leadership bawaan tidaklah secara otomatis memenuhi kriteria-kriteria yang ada di atas secara otomatis, namun untuk memenuhinya seseorang haruslah melewati serangkaian proses panjang, karena hanya dalam proses inilah nantinya sesorang dpat berproses unutk menjadi seorang pemimpin.

Dan pertanyaannya selanjutnya adalah ketika kita di hadapkan kepada suatu komunitas yang di sana tidak di temui seorangpun yang memilki kriteria-kriteria di atas, apa yang harus kita lakukan untuk menyikapinya? Apakah kita hanya berpangku tangan dan membiarkan masyarakat kita tanpa adanya seorang pemimpin? Ataukah kita akan memilih pemimpin secara asal-asalan?

Jika kasusnya demikian maka hal terbaik yang dapat kita tempuh adalah memilih seorang pemimpin dari meraka yang di rasakan memiliki kelebihan dan dianggap terbaik di antara mereka, meskipun orang tersebut belum memenuhi kriteria-kriteria yang ada.

Untuk itu kita sebagai genearsi muda sudah seharusnya mempersiapkan diri dan apabila kelak komunitas kita membutuhkan adanya seorang pemimpin kita dapat mengisinya, sehinnga dapat kita peroleh suatu tatanan komunitas yang unggul serta dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. (kangzaim-red).

*di sadur dari makalah Pak Alwi (atas ridlo-NYa), yang disampaikan ketika diskusi perdana (KreAshe)di LQ PI.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s