Cinta & Pecas ndase

Rasanaya masih kemaren sore, kita masih berdebat tentang makanan apa yang cocok bagi kantong dan selera kita, namun benarkah karena cinta semua menjadi gelap mata, jika memang seperti itu adanya, aku jadi semakin penasaran apa itu arti dari cinta? Kenapa cinta mampu merusak indahnya persahabatan?, mengapa cinta mampu membunuh begitu banyak orang?, melemahkan raja-raja perkasa?, mengorbankan puluhan juta orang tak berdosa?.
Jika menilik dan mensedari pada beberapa peristiwa terorisme akhir-akhir ini aku menjadi terkagum dengan kekuatan cinta, karena kekuatan cintanya seorang pemuda nekat melakukan bom bunuh diri, menghancurkan tubuhnya dan puluhan tubuh yang menjadi korbannya, gedungpun rubuh, MU batal ke indonesia, perusahaan seluler 3 menjadi megap-megap, tapi apakah itu mampu mewakili tentang arti cinta?
Jika memang cinta mampu membuat orang yang mengidapnya melakukan hal-hal ekstrim, lebih bahaya manakah antara cinta dan klepto? Lebih berbahaya manakah cinta dengan psikopat? Lalu bagamanakah jadinya bila cinta mempengaruhi seorang psikopat dalam setiap karakternya?
Di lain sisi dalam novel ketiga Eragon yang bertajuk Eldest, Roran dengan kekuatan cintanya kepada warga desa Carvahhal dan kaum vaden bahwa cinta nya mampu membuatnnya begitu kuat, membentuk karakter kepemimpinan berbasis pengabdiannya, seorang bapak menjadi begitu perkasa demi membiayai kuliah putra tercintanya, seorang santri putra yang berubah jadi alim-sholih karena rasa cinta pada santri putri se-kelasnya?
Di sisi lain juga, cinta mampu menghadirkan pengabdian ala abu bakar, umar, ustman, ali serta ribuan sahabat lainnya, cinta mampu mendorong begitu banyak sahabat rela mengorbankan nyawanya, bilal mampu menghadapi siksaan tuannya.
Cinta pula yang menjadi ruh para ilmuan menuliskan dan mengerjakan karya-karya terbesarnya.
Tapi apakah hal-hal tersebut mampu menghadirkan arti cinta yang sesungguh-sunggnya? Apakah cinta adalah sumber malapetaka seperti bebrapa kasus pertama? Ataukah cinta adalah faktor penting dalam penciptaan keseimbangan dunia sebagaimana kasus-kasus ke dua?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s