[Catatan Kuliah] Matematika dan Kehidupan

Tulisan  bawah ini merupakan catatan yang dulu wajib kami tulis saat sedang mengambil kuliah Persamaan Diferensial Elemanter dengan dosen Sumaryanta, S.Pd., tak baca lagi kok lumayan menarik, sehingga saya posting ulang di blog ini;

Sudah seharusnya kita sebagai mahasiswa Pendidikan Matematika tidak hanya berkutat dengan angka-angka yang hanya bisa dimengerti oleh sebangsa kita saja, tetapi kita juga harus menjadikan matematika tadi sebagai sesuatu hal yang rahmatan lil’alamin yakni menjadikan matematika tidak sekedar tekstual namun juga menjadikannya kontekstual dalam kehidupan bermasyaakat, sehingga matematika mampu menjadi penyelesaian yang tepat bagi berbagai permasalahan yang nantinya muncul di masyarakat, begitupun dengan Aljabar Linear Elementer yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari matematika.
Bentuk-bentuk penyelesaian yang di berikan oleh matematika tidaklah harus sebagaimana rumus-rumus kalkulus yang menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam ilmu ekonomi, tetapi matematika menjadi lebih humanistik dengan menjadikan para pecintanya menjadi manusia-manusia matematika yang seutuhnya yang bisa sabar menyelesaikan masalah, yang kreatif menyelesaikan masalah walaupun dalam keadaan genting sekalipun, dlsb.
Dan ketika mendapatkan tugas inilah saya berpikir inilah saatnya kita mulai menjadikan matematika lebih humanis dan menjadikan tugas kita kali ini sebagai pondasi pertama kita, ini pun membangkitkan kembali impian masa kecil penulis yang saat itu karena terlalu ngeri dengan guru matematika dalam hati kecilnya berjanji suatu saat nanti akan berusaha merubah citra buruk matematika yang sudah terlanjur kotor oleh kesalahan sejarah, sehingga para peserta didik/siswa akan menganggap matematika sebagai suatu momok yang perlu di jahui sejauh-jauhnya.
Impian konyol masa kecil itu pula yang kemudian mendorongnya untuk mengambil jurusan Pendidikan Matematika sekarang ini, walaupun ia sepenuhnya sadar bahwa ia tidak begitu berkompeten dalam bidang ini, tetapi begitulah kehidupan kadang obsesi masa kecil akan menjadi inspirator bagi masa depan seseorang, tetapi terlepas dari semua hal diatas ia secara pribadi berdoa semoga impian tersebut benar-benar menjadi kenyataan, amieen.
Maka sudah seharusnya kita sebagai calon pendidik yan berbasis pada Pendidikan Matemaitka tidak hanya mengusai matematika dan mendapat IP 4,0 tetapi bisa menjadikan matematika pada umumnya dan aljabar linear khususnya sebagai salah satu cabang ilmu yan di sukai oleh para peserta didik, serta mampu mengaplikasikan apa yang terkandung didalamnya dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s