Antara Pentungan dan Kasih Sayang

Aku iku ora nggebuk awakmu, tapi nggebuk setan sek nempel neng awakmu

[Abah Najib]

Gedebuk…Gedebuk… Mlayu…

Usholli Sunnatattarowihi rokngataini makmuman lillahi ta’ala… Allahu Akbar…

Malam itu, sof tarawih yang semula lego tiba-tiba terisi penuh. Kawan-kawan yang baru hadir tampak ngos-ngosan. Tahukah anda apa yang terjadi?? Yap, benar, malam itu kawan-kawan tertangkap sidak oleh Abah Najib.

Abah Najib (Allahu Yarkham)

Katanya yang mengalami, tanpa banyak mengingatkan, Abah dengan penuh rasa sayang langsung menghantamkan sapu dan lampu TL. Kejadian ini sangat wajar, mengingat saat itu waktu tarawih sedangkan beberapa kawan malah asyik tiduran di kamar. Hal tersebut tentu saja menjadikan mereka kalang kabut.. dan semua lari ke masjid.

Aku iku ora nggebuk awakmu, tapi nggebuk setan sek nempel neng awakmu

Kalimat diatas menggambarkan betapa peduli dan perhatiannya Abah terhadap kami semua. Menurut kang Amin, salah satu ustad di LQ, hal ini merupakan wujud tanggung jawab pak Yai pada anak yang telah dipasrahkan oleh orang tua santri pada beliau. “sebegitu cintanya beliau kepada kita semua” kenang Amin.

Meski tak bisa langsug turun tangan sebagaimana dulu, tetapi abah tetep pirso siapa aja yg gak traweh. Abah, kami selalu berdoa engkau mendapatkan tempat terbak di sisi Allah…

Yogyakarta, 14 Ramadhan 1433 H

2 thoughts on “Antara Pentungan dan Kasih Sayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s