Teknologi Bukan Hambatan Untuk Mengaji

Ditulis pada 09 April 2011, Dipublikasikan saat ini karena adanya kisruh lagi di Grup FB Tetangga Sebelah.

Ilustrasi-Satri Coding

Kawan-kawan, Di abad ke 21 ini teknologi komunikasi dan informasi hampir menjadi nafas hidup setiap manusia, mulai dari tukang becak, pedagang angkringan, sampai santri. mereka memanfaatkannya setiap hari, sependapat gak kawan-kawan? Bagi yang gak sependapat, ayo sejenak ditanya diri masing-masing, berapa sms yang kita kirimkan setiap harinya?, berapa lama kita online?, atau berapa lama kita nge-game di laptop/komputer?. Kalau sudah ketemu jawabannya, disimpen dikepala masing-masing.oke. Kemudian, kalau semua sudah mempunyai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita susul pertanyaan yang kedua, apakah kegiatan tersebut bermanfaat?, ayo dijawab dihati masing-masing!, terus bagaimana jika santri yang melakukannya?apakah ada tambahan manfaat atau sebaliknya?, untuk itu mari kita sejenak mampir di facebook group salah satu pesantren di jogja yang melabeli diri dengan ke-salafannya, di group tersebut kita bisa melihat aktifitas anggotanya yang lumayan aktif, tapi bukan itu yang akan kita soroti bersama dalam tulisan ini, tetapi lebih kepada dampak apa sih yang muncul dari meledaknya facebook  sebagai salah satu bagian dari teknologi informasi??,  langsung saja yuk kita mulai investigasinya.

Pertama, kita comot beberapa status yang mendapat banyak tanggapan dari member group, kemudian kita lakukan analisis spekulatif, sampel pertama adalah status seseorang dengan akun Bur..xxx, yang tertulis. الخروج من الخلاف مستحب  aku pengen ngaji temenanan lewat fb, mohon dukungannya”, langsung saja kita analisis status tersebut, karena aku ra pati paham arab-e kita analisis yang terjemahane,oke.oke. dalam status tersebut sang pemilik akun mendeklarasikan diri akan mengaji lan ngalap ilmu dengan wasilah facebook, nah bagus tho??..hasil dari analisis ra jelas, pemilik akun mampu memanfaatkan fb untuk sesuatu yang positif. Sip tho? Tapi, apa semua member grup mampu melakukan hal tersebut?, kita ambil sampel status lagi, kali ini status dengan nama akun xxx de PXL, yang tertulis “ Nang Kelas ra tau ketok, nek fb ketok truz”  yoh kita analisis, dalam status ini pemilik akaun mulai memetakonflikkan antara aktif ngaji dengan aktif di facebook, menarik kan?, nah, dari redaksi tersebut tampak bahwa santri lebih punya ghirroh yang besar untuk fb-an dari pada ngaji, nah lho?piye jal nek sudah ngene iki? Dak seolah-olah fb jadi kambing hitam tho?. Yuh dipikir dewe-dewe!, Status yang mirip-mirip dengan yang diatas juga masih ada lho.. salah satunya status dengan akun Futxxx, yang tertulis. “jika negara2 di dunia ini tengah mengalami konflik politik, disana, dinegara dunia xx tengah mengalami krisis kesadaran ngaji sore, dan ada yang menduga salah satu faktor penyebabnya adalah fb, apakah dugaan ini bisa dibenarkan?atau ada faktor lain yang harus diselidik?”.

Kedua,kita cari, apakah dari kegelisahan dan daya tambah diatas ada tawaran solusi dari member yang lain?setelah dicari ternyata ada lho, solusi datang dari status member dengan akun Ixx xxnov, yang tertulis  “ santri-santri kabeh sing tak tresnani, aku ngerti nang kampunge sampean2 mungkin gak iso fesbukan, dadi pas nek jogja di puas-puaske, Nah, mbok yoo ngajine yo tenanan, banyak orang yang ingin punya kesempatan untuk ngaji di pondok tapi gak kelakon, ini wasiat kanggo awakmu lan awakku..Ayoo..”  yoh kita analisa, pada status tersebut dak terlihat bijaksana pool tho?, dadi ayoo bareng-bareng dilakoni, mulai diniati bareng-bareng, ojo nggawe teknologi yang diciptakan untuk mempemudah dan menunjang kepentingan kita ini menjadi sesuatu yang menghalangi kita melaksanakan kewajiban sebagai santri, yoiku utawi ngaji, betul2?. Tetapi untuk melaksanakan itu tentu tidak mudah, Nah, nanti diakhir kami akan mencoba merekomendasikan tips-tips yang mungkin bisa dilakukan.

Dari facebook kita beralih ke game, kita melaksanakan investigasi masih di pesantren yang sama, selain facebook, di pesantren ini game juga disinyalir menimbulkan kemandekan akademik santri. Sebagai tanggapan tersebut, 3 tahun yang lalu pengurus pesantren terkait mengeluarkan kebijakan pelarangan nge-game di pesantren. Woow, galak juga yo.., karena itu kami tertarik untuk melakukan investigasi, nah setelah dilakukan investigasi, ternyata memang manteb, salah satu sampel, investigasi yang kami laksanakan awal bulan ini, saat itu jam menunjukkan jan 1 malam, nah, saat itu ada santri yang memakai pakaian rapi, berpeci  tur madep kiblat, eh ternyata tembe strong hall-an, manteb tenan ra?….wes cukup ngene wae, terlalu banyak fakta serupa.

Seperti itu tadi, nah diakhir kami ingin merekomendasikan bagaimana agar santri, tidak sekedar demam dan latah teknologi nganti lali ngaji, eman tho??, tetapi mampu memanfaatkan teknologi untuk menunjang mengaji, dan rekomendasinya adalah belajar bersama dalam komunitas, karena dengan adanya komunitas belajar bersama, akan ada kontrol bersama, atau untuk santri dipesantren yang kami investigasi, mari bergabung dengan HABAJUM, kenapa kok habajum?

  1. Di HABAJUM, kami belajar pengelolaan informasi dan teknologinya untuk kepentingan dakwah, ex : pelatihan maktabah samilah, mengelola blog komunitas, melaksanakan kampanye posterisasi gerakan islam damai melalui facebook, dengan didahului pelatihan corel (meski gagal), dll.
  2. Di HABAJUM, kami berkomitmen untuk memanfaatkan dan meningkatkan kemampuan IT dengan sebisa mungkin tidak mengganggu ngaji, ex: halaqoh dilaksanakan setelah jum’atan, yang notabene libur mengaji, dll.
  3. Di HABAJUM, kami berkomitmen untuk berbagi bersama, ex: membagi pengetahuan, konsultan instalasi gratis,dll.
  4. Di HABAJUM, kami ber-ikhtiar belajar opensource, yang halal lisensinya, sesuai dengan nafas islam dan pesantren.

Serta masih banyak yang lainnya, ingat المحا فضة عل القديم الصا لح والاخذ بالجدىد الاصلح , jadi sekali lagi kami ingin berbagi, bahwa teknologi bukan hambatan untuk mengaji.oke.oke.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s