#GuruNdeso : Tentang Obrolan Ruang Guru

“Jika kau ingin melihat kualitas dari sebuah sekolah lihatlah obrolan diruang guru saat istirahat”. Kiranya demikian sebuah pernyataan yang mengusik Kang Umar, seorang guru ndeso di pelosok negeri. Maklum saja, Kang Umar merupakan guru baru yang masih sangat idealis, mungkin faktor pergaulannya dengan kawan-kawannya yang aktifis semasa kuliah dulu.

Terusiknya Kang Umar semakin menjadi menjelang pelaksanaan pendaftaran CPNS dan PLPG. Hingga akhirnya Kang Umar membuka pembicaraan dengan Bakri, seorang guru senior di sekolah tersebut.

“Pak, kok diruang ini beberapa hari terakhir obrolannya hanya berkisar tentang itu-itu saja ya… Apa yo ndah bosen? kan masih banyak obrolan yang lebih penting. Misal membicarakn tentang motivasi siswa A yang menurun belakang ini” cerocos Umar kepada Pak Bakri.

“Halah pak…pak. Sampean ini yang harusnya saya tanya. Kok yo ndak  ikut rame-rame ndaftar CPNS itu. Sampean kan juga Fresh Graduate. Gak ingin apa hidupnya terjamin dengan menjadi guru PNS?” Timpal Bakri.

“Ya pengen sih pengen, tapi kan nggak perlu membahasnya tiap hari, apalagi ini dalam jam pengabdian kita sebagai guru.” Jelas Umar.

Lha terus harus bagiaman pak? bukannya wajar to seseorang membicarakan apa yang sedang Ia kerjakan” tuntut bakri.

Heheh…” jawab Umar berkelakar.

Bukannya sok idealis atau bagaiman ya pak. Tetapi dalam hemat saya, mestinya jam istirahat menjadi waktu bertukar informasi terkait perkembangan anak didik oleh masing-masing guru. Dengan demikian, jika muncul kendala dalam proses pembelajaran dari seorang anak didik kan bisa terpantau bersama. Kan sip kalau gitu? Masak yang kita obrolkan selalu CPNS dan sertifikasi. Yang ujungnya selalu materi. Bukankah itu semua hanya fasilitas yang diadakan untuk menunjang aktivitas guru dalam menjadi pengajar dikelas? atau jangan-jangan itu semua (materi) sudah menjadi tujuan ya?

#Kemudian hening#

3 thoughts on “#GuruNdeso : Tentang Obrolan Ruang Guru

    • hehehe, kalo pancinya sebagai bahan untuk mengembangkan teknologi tepat guna insyaAllah tidak mas. Semisal pengembangan wajan bolik dengan bahan dasar wajan bekas😀.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s